International Mission Church
April 5, 2020

Belajar Dari Kehidupan Ester.

Spread the love

Ester 1:1, 2:5-7, 4:15-16

Oleh : Pdt Johan Kusmanto, MA

Kalau kita melihat latar belakang Ester, dia berasal dari suku yang paling kecil, seorang buangan dan tidak beribu-bapak. Seolah-olah kehidupan Ester tidak ada masa depan. Kita tidak bisa memilih lahir dari keluarga mana atau di tempat mana, tetapi sesudah kita hidup kita bisa memilih dan memutuskannya. Masa depan ditentukan oleh pilihan dan keputusan kita saat ini. Jadi apapun latar belakang kita, dari mana kita berasal, dimana dilahirkan, apapun latar belakang pendidikan kita, semuanya itu tidak menentukan masa depan kita melainkan sikap kita dihadapan Tuhan sebagaimana Ester.

Keadaan bangsa Israel saat itu secara manusia sangat sulit untuk melepaskan diri dari kekuasaan yang luar biasa. Akan tetapi ditengah kesulitan yang besar mereka diajarkan untuk beriman bahwa masa depan mereka tidak seharusnya berhenti karena keadaan yang sangat sulit. Masalah, kesulitan mengajarkan kita untuk tetap beriman bahwa tidak ada masalah yang terlalu besar sehingga Tuhan tidak bisa menyelesaikannya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan, tapi yang sering membuat tidak mungkin adalah sikap dan keputusan kita sendiri. Sikap percaya dan taat pada apa yang Tuhan maulah yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah. Ditengah-tengah situasi yang menegangkan saat itu, ketika Mordekhai dan Ester tahu bahwa Haman ingin menghancurkan seluruh orang Yahudi, Ester memutuskan untuk berdoa dan berpuasa. Tidak hanya Ester tetapi seluruh orang Yahudi turut melakukannya. Ester mengajarkan suatu sikap bagaimana menghadapi sebuah kesulitan yaitu dengan mencari Allah. Tanda mencari Allah adalah berdoa dan berpuasa. Jadi berdoa puasa bukan supaya kita kelihatan rohani tetapi mencari wajah Tuhan, apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan. Jawaban Tuhan pasti dinyatakan ketika kita sungguh-sungguh mencari Tuhan.

Melalui Ester kita belajar tiga hal penting:
1. Masa depan kita tidak ditentukan oleh latar belakang kita tetapi keputusan kita dihadapan Allah saat ini.
2. Apa yang terjadi mengajarkan kita perlu hidup beriman. Kita tidak bisa menuai iman yang besar dan kuat jika kita tidak lebih mementingkan iman, menabur iman dengan membaca firman Tuhan, setia beribadah dan rajin berdoa.
3. Kesungguhan berharap pada Tuhan bukan ditentukan oleh ucapan dan keinginan tetapi sejauh mana kita berjuang dan mengusahakannya yaitu dengan mencari wajah Tuhan.

SOLI DEO GLORIA


Spread the love