International Mission Church
July 14, 2020

Menyelesaikan Persoalan Dalam Rumah Tangga

Spread the love

Yohanes 2:1-11

Oleh : Pdt. Dr. Johan Kusmanto

Saudara-saudara, peristiwa pernikahan di Kana ini sangat unik. Bukan hanya bicara bagaimana hari pertama berumah tangga, kemudian ada masalah, tetapi itu juga mukjizat pertama yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Firman Tuhan ini mengajarkan kepada kita yang sudah berumah tangga, yang baru berumah tangga, yang akan berumah tangga maupun yang kedua kali, itu yang ditinggal meninggal. Saudara kalau kita belajar di sini, saya merenungkan kembali ada beberapa prinsip yang sangat indah. Kita bayangkan mulai hari pertama berumah tangga di rayakan saja sudah ada muncul masalah.

Saudara-saudara yang sudah berumah tangga tentu mengerti apa artinya berumah tangga. Hari Jumat siang, saya, ibu Timothy dan Teresa, juga ngomong sama mereka. Sebelum berdoa saya katakan setiap rumah tangga pasti ada masalah, pasti. Bahkan masalah-masalah yang tidak pernah kita pikirkan, masalah-masalah yang tidak kita bayangkan itu akan muncul. Tapi yang terpenting adalah bagaimana menyelesaikannya.  Disini kita melihat tetapi yang unik dicatat oleh Alkitab di sini bukan hanya mengundang orang banyak tetapi juga mengundang Yesus hadir dalam pernikahan ini.  Kalau kita berbicara sebagai orang kristen tentu kita juga tetap menghadirkan Yesus. Tetapi dalam kenyataan hidup apakah memang setiap rumah tangga kristen menghadirkan Kristus dalam rumah tangga, belum tentu. Mungkin bisa jadi mereka menjalankan apa yang namanya ibadah kekristenan dan berjanji dalam nama Tuhan dan mereka juga segala sesuatu melakukannya. Tetapi itu hanya suatu simbol, bahwa kita yang menikah ini adalah orang kristen, apakah Yesus hadir, belum tentu. Sehingga tidak heran akhirnya rumah tangga itu makin lama makin renggang, kenapa? Karena Yesus hadirnya hanya formalitas dicatatan. Bukan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau setiap rumah tangga bermasalah kemudian sadar bahwa Yesus hadir itu akan beda.

Kalau saudara ke toko buku Kristen itu banyak yang namanya figura atau apa yang kadang-kadang ada tulisan-tulisan bagus. Itu banyak juga soal rumah tangga dikatakan, Yesus adalah kepala rumah tangga di rumah ini. Oke, tetapi apakah Yesus hadir sebagai kepala rumah tangga seringkali itu yang menjadi masalah. Itu terjawab ketika suami, istri, anak, orang tua dan anak mengalami masalah.  Apakah benar-benar menghadirkan Yesus. Kalau tidak maka seringkali kehadiran Yesus hanya formalitas, hanya di atas kertas, hanya sebagai satu pengakuan belaka bahwa ini adalah rumah tangga kristen tetapi sesungguhnya Tuhan Yesus tidak hadir dalam rumah tangga. Tidak ada rumah tangga yang tidak ada masalah.  Semua rumah tangga pasti mengalami masalah. Saya sama istri juga sama semua, entah itu hamba Tuhan, entah itu orang biasa pasti mengalami masalah. Tapi yang terjelas adalah bagaimana menyelesaikan masalah. Apakah kehadiran Tuhan itu seperti sama seperti ini. Enak kan, Ketika ada masalah, oh Yesus sudah hadir.

Saudara-saudara kadang dalam hidup kita sama. Yesus kita hubungi hanya kalau ada masalah makanya kita merasa seolah-olah lama sekali seolah-olah jauh karena tidak hadir di tengah-tengah kita. Yang kedua kita perhatikan dikatakan ketika mereka kekurangan anggur Ibu Yesus berkata kepada-Nya, mereka kehabisan anggur. Saudara, khususnya bagi orang Israel, orang Yahudi itu melambangkan sesuatu yang luar biasa dalam kehidupan mereka apalagi dalam acara-acara pernikahan.

Kalau kita membaca kitab Kidung Agung khususnya, itu kitab tentang kisah tentang cinta maka kita akan belajar beberapa poin yang menyentuh Anggur. Pertama, anggur Itu bicara tentang kenikmatan cinta dalam pernikahan. Kedua anggur juga berbicara tentang gairah hidup dalam pernikahan. Ketiga anggur berbicara tentang seks yang kudus didalam pernikahan. Keempat anggur bicara tentang komunikasih yang indah di dalam pernikahan. Yang kelima anggur berbicara kentang hal intim hubungan pribadi di dalam pernikahan. Dengan kata lain ketika pernikahan itu ada disediakan anggur bukan hanya untuk diminum tapi orang Yahudi sadar bahwa anggur melambangkan sesuatu yang sangat mengikat, sangat intim didalam sangat penting dalam kehidupan suami-istri kehidupan rumah tangga. Tetapi sayang bahwa sebuah pernikahan kehabisan anggur berarti ada masalah.

Kalau kita naik mobil saudara, bensin mulai habis itu biasanya ada lampu yang gambarnya kayak tangki bensin. Memperingatkan rumah tangga kalau kehabisan anggur cinta, hubungan, komunikasi maka mulai muncul masalah. Alkitab mencatat bahwa pernikahan itu dimulai dari hari pertama mereka sudah kehabisan anggur. Ketika ibu Yesus mengetahui langsung Ibu Yesus berkata apa, berkata kepada Yesus.

Saudara, saya senang bahwa di tengah-tengah hidup kita ada hadir orang-orang seperti ibunya Yesus. Saya tidak tahu ini pernikahan siapa karena tidak ditulis. Tetapi ibu Yesus ini peka, langsung ngomong sama Yesus. Anggur mereka habis, lapor. Dalam hidup kita dalam pertemanan kita ada orang-orang seperti walaupun kita tidak ngomong tapi mereka tahu kita ada ada masalah dari mukanya, cara bicaranya dan mereka langsung peka. Mungkin mereka tidak langsung ngomong kepada kita tetapi mereka berdoa kepada Tuhan, Tuhan teman kita yang satu ini sedang bermasalah, lapor ke atas. Kalau kita mengalami masalah dalam rumah tangga ini hal yang perlu kita butuhkan yang pertama adalah lapor ke atas, kepada Tuhan. Hindari untuk lapor kepada teman. Teman baik sekalipun kalau kita tahu dia akan memberikan nasehat yang yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Saya ulangi ini karena banyak rumah tangga yang hancur justru karena nasehat yang salah yang diberikan. Bahkan hindari nasehat-nasehat siapapun dia orangnya yang aktif dalam pelayanan bahkan hamba Tuhan yang memberikan nasehat yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Karena sekarang sudah mulai muncul nasehat-nasehat, sudahlah. Ini nasehat dari hamba Tuhan, daripada menderita lebih baik cerai, ngawur. Itu berarti taat kepada firman Tuhan dengan kondisi. Kalau kondisi tidak memungkinkan tidak taat. Justru sebaliknya firman Tuhan mengajarkan ketaatan kepada pada firman Tuhan membalikkan kondisi menjadi baik. Tapi seringkali banyak orang kristen bahkan ada hamba Tuhan mulai tergoda. Dengan alasan, ya daripada menderita terus lebih baik pisah. Firman Tuhan tidak mengajarkan seperti itu. Firman Tuhan jelas memberikan suatu prinsip bahwa tidak ada yang namanya perceraian kecuali maut yang memisahkan. Saudara kita belajar disini bahwa ketika ada masalah ibu Yesus lapor pada Yesus.

Saudara, sekali lagi jangan beritahukan kepada orang siapapun yang kita tahu dia juga sedang bermasalah. Makanya saya selalu katakan, kalau saudara mengalami masalah dalam rumah tangga, puji Tuhan. Saya berdoa supaya saudara menang. Kenapa, satu saat saudara akan bertemu dengan orang-orang yang bermasalah dalam rumah tangga, ketika saudara menang, maka saudara bisa memberikan nasehat kepadanya. Tapi Ketika saudara kalah kalau saudara ketemu dengan seseorang yang kalah berumah tangga sehingga harus berpisah pasangan satu sama lainnya kemudian saudara bermsalah meminta nasehet dia, kira-kira nasehatnya apa? Dia akan keluarkan nasehat yang berdasarkan pengalaman. Sekali lagi jangan lapor kepada orang-orang disekeliling. Lapor kepada Tuhan jangan kepada Facebook. Sejelek-jeleknya suami jangan dijelek-jelekkan, itu suami saudara. Sejelek-jeleknya istri itu istri saudara.

Saudara, ada orang-orang seperti ibu Yesus. Ketika stok hub cinta dalam pernikahan sudah mulai mengalami warna merah, itu tanda peringatanbahwa Anda dan saya sedang kehabisan anggur. Jadi berbicara soal kehabisan anggur dalam sebuah rumah tangga bukan hanya bicara soal anggur yang diminum, tetapi bagi orang Yahudi suatu lambang dari sebuah perkawinan yang sangat dibutuhkan. Yang uniknya disini, adalah sesudah lapor kepada Tuhan Yesus walaupun Tuhan Yesus mengatakan, ibu, waktu-Ku belum tiba. Yang dikatakan oleh ibu Yesus kepada pelayan-pelayan itu apa? Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu. Saya ulangi, kalimat ini sangat penting, kita akan renungkan bersama-sama. Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah. Mengapa ibu Yesus berkata seperti itu? Karena dia tahu bahwa siapakah Tuhan Yesus sebenarnya. Sejak bagaimana dia mengandung, melahirkan bahkan ketika Tuhan Yesus dalam masa kanak-kanak makin sadar inilah Allah yang diutus yang menjadi manusia sehingga Tuhan Yesus ketika sudah diberikan laporan itu ibu itu mengatakan kepada pelayan-pelayan itu apapun yang dikatakan buatlah itu.

Saudara, kita seringkali justru terbalik, kita sampaikan masalah kepadaTuhan Yesus lalu kita minta Tuhan Yesus buat seperti yang kita mau. Bukan seperti yang Dia katakan. Kita mencoba tawar-menawar. Makanya kadang-kadang ada orang-orang yang punya masalah malas meminta nasehat kepada saya. Karena dia tahu paling bapak kasih jawaban ini. Karena sudah tahu jawabannya. Akhirnya cari nasehat kepada teman bahkan kepada hamba Tuhan lain yang kira-kira bisa mendukung pendapatnya. Supaya rasa bersalahnya berkurang. Saudara saya bukan orang seperti itu, apa yang firman Tuhan katakan harus dilakukan, bukan untuk ditawar, bukan untuk didiskusikan. Karena itulah yang menyelesaikan masalah kesulitan anggur makanya ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan apa yang dikatakan-Nya buatlah itu. Bukan hanya dimengerti, diaminkan, buat. Itu akan menyelesaikan masalah. Banyak rumah tangga goyah karena lebih dengar perkataan orang lain. Dengar suara orang ketiga yang seringkali melemahkan iman daripada mendengar perkataan Tuhan. Dosa pertama Adam dan Hawa terjadi justru meragukan firman Tuhan. Kalau selama ini kita jauh dari Tuhan maka itu sebenarnya awal muncul permasalahan rumah tangga.

Mari kita kembali, apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu. Dan 2 perkataan yang akhirnya dikatakan oleh Tuhan Yesus, yang pertama, saudara kalau kita perhatikan, Tuhan Yesus dalam ayat ke 7 berkata, Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air. Kalau saudara jadi pelayan-pelayan itu, masalah anggur habis lalu Tuhan Yesus bilang, isilah tempayan-tempayan itu dengan air, kira-kira saudara lakukan tidak? Apa hubungan dengan isi tempayan-tempayan dengan air dengan dengan masalah kehabisan anggur. Apa hubungannya. Sama sekali tidak ada. Seolah-olah apa yang Tuhan katakana tidak menjawab masalah, bukan. Tidak berhubungan dengan masalah yang kita hadapi. Bahkan seringkali tidak seperti yang kita harapkan makanya kita abaikan. Tapi pelayan-pelayan sudah diingatkan oleh ibu Yesus, apa yang dikatakan, buatlah itu. Masuk akal, tidak masuk akal, bisa diterima atau tidak, buatlah itu. Masalah apapun yang kita hadapi, entah itu berat, ringan, satu kuncinya, buatlah itu. Tidak perlu didiskusikan. Jika saudara percaya terjadi sesuatu.

Jika saudara masih bergumul, Tuhan tapi inilah yang tidak enak. Ada pembelaan diri. Lebih masuk akal kalau Tuhan Yesus berkata, eh pergi ke tetangga dulu, dia punya persediaan anggur, pinjam dulu. Itu masuk akal tidak? Masuk akal. Kan lebih gampang, karena soal pinjam-meminjam kita sering pakai. Itu lebih menjawab masalah daripada tempayan diisi air, apa hubungannya. Tapi sekali lagi diingatkan pesan ibu Tuhan Yesus, apa yang dikatakan, buatlah itu.

Saudara saya senang percaya kepada Tuhan Yesus, ikut Tuhan Yesus. Kadang-kadang Tuhan memimpin kami sekeluarga ada hal-hal yang menurut kita tidak masuk perhitungan dan kalau secara kalkulasi manusia aneh. Tidak masuk akal, tidak menjawab masalah. Tapi setelah belajar yang namanya TAAT ternyata Tuhan itu memang benar. Makin dijauhi, makin dihindari apa yang Tuhan katakan itu makin banyak masalah.

Sebenarnya masalah ketaatan bukan karena masalah, jangan salahkan orang lain. Maaf yah saya susah karena lingkungan tidak mendukung, tidak. Masalah utama itu ada di diri kita sendiri karena tidak mau taat bukan orang lain. Apa yang dikatakan buatlah itu. Nah saudara perhatikan ayat 7 Tuhan Yesus katakan isilah tempayan itu penuh dengan air, ayat 8 Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpim pesta. Saya coba merenungkan ini, kenapa tuhan Yesus tidak katakan sekali saja. Misalnya Tuhan Yesus katakan gini, istilah tempayan ini dan penuhi dengan air lalu cedoklah dan bawalah kepada pemimpim pesta. Kenapa cuma satu kalimat yang diucapkan, isilah tempayan itu penuh dengan air. Sesudah mereka mengisi penuh Alkitab mencatat Tuhan Yesus ngomong lagi dan ngomongnya apa “Sekarang cedoklah bawalah kepada pemilik pesta.

Terkadang saudara, jawaban itu tidak selalu langsung terjadi bahkan seringkali Tuhan memimpin kita itu step by step. Tuhan katakan, buatlah ini menjawab semua masalah. Makanya Yosua ketika dia menerima dari pertunjukan Tuhan, Dia berkata kepada Yosua setiap tempat yang diinjak oleh kakimu akan kuberikan kepadamu. Saudara itu janji besar tapi tidak akan terjadi kalau hanya diaminkan. Janji besar itu ketika diterima maka Yosua yang waktu itu ketakutan, gentar, tetapi dia punya iman. Akhirnya ketika dia menerima janji itu dia melangkah dan setiap tempat yang diinjak oleh kakinya diberikan kepadanya. Ini seringkali saya ulangi dalam pelajaran di kelas kalau saya jadi Yosua ketika terima janji Tuhan itu lalu saya berkata amin Tuhan. Tuhan tahu orang Israel keras kepala. Tapi juga musuhnya besar lalu saya tidak maju, tetap tinggal padahal Tuhan berkata bahwa setiap tempat yang diinjak. Kalau saya tidak mau jalan walaupun saya terima firman Tuhan besar saya nggak mau jalan maka yang saya injak ini yang saya terima ini juga. Tetapi ketika Tuhan berkata setiap tempat yang diinjak ini, Tuhan aku memang lemah nggak punya kekuatan, orang Israel yang keras kepala musuhnya banyak tetapi Tuhan berkata, Yosua mau melangkah tambah satu petak, tambah satu petak, makin banyak melangkah makin banyak tempat tempat. Sama seperti itu, kenapa Tuhan Yesus katakan isi tempayan itu penuh dengan air dan Tuhan Yesus merespon. Ketika diisi penuh dengan air apakah waktu itu sudah jadi anggur? Terjadinya adalah langkah kedua setelah Tuhan Yesus katakan Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta dan ketika dicedok dan dibawa sampai kepada pemimpin pesta sudah jadi anggur.

Nah saudara perhatikan ada 2 kalimat, kalau kalimat pertama tidak dilakukan apakah kalimat kedua terjadi? Hal kecil apapun kalau yang namanya firman kalau kita lakukan itu pasti terjadi sesuatu. Masalah sebesar apapun dimulai dengan ketaatan kecil terjadi sesuai. Kalau hal yang seperti ini kita sepelekan jangan heran doa kita sampai bertahun-tahun tidak ada perubahan. Kenapa, karena kita maunya menjawab seperti yang kita inginkan. Dan yang kedua kalinya itu dikatakan dan mereka mengisi air tempayan itu sampai penuh dan kemudian membawa kepada pemimpin pesta. Jadi dua perintah dua-duanya dilakukan lalu apa yang terjadi ketika pemimpin membagikan lalu muncul kesan, biasanya dan memang biasanya seperti ini orang biasanya anggur yang baik dulu disajikan sesudah itu sisanya baru yang kurang baik. Akhirnya setelah terjadi mujizat itu, apa yang dikatakan, tetapi kamu luar biasa karena dari awal sampai akhir semuanya anggur yang baik dengan kata lain saudara kalau Tuhan memberi perintah kalau Tuhan membuka jalan, kalau Tuhan mau menyelesaikan masalah hasilnya selalu baik tidak pernah tidak baik. Sesuai apapun perintah itu, nggak masuk akal hasilnya baik kalau Tuhan yang suruh. Tetapi kalau kita memilih jalan yang enak yang kita pikir baik belum tentu hasilnya baik. Karena itu sangat penting untuk kita kembali, baik yang sudah berkeluarga, yang baru berkeluarga dan juga yang akan berkeluarga menunggu pasangan mari kita dalam hal kecil apapun bukan hanya dalam soal pernikahan, masalah apapun, ingat yang Ibu Yesus perintahkan apa yang dikatakan, buatlah itu. Karena itulah yang menjawab masalah. Keluarga baru ingat, taatilah firman Tuhan ini yang akan tentu akan menyelesaikan permasalahan.

Saudara saya simpulkan dengan 4 hal: Yang pertama pentingnya kehadiran pribadi Yesus dalam rumah tangga kita. Bukan hanya lambang atau symbol. Di rumah kita dipasang salib besar-besar pun nggak ada gunanya kalau Tuhan tidak hadir. Yang kedua ketika kehabisan anggur, kehabisan rasa cinta, stock cinta sudah mulai habis, hubungan intim yang intim, komunikasi sudah mulai berkurang, lapor kepada Tuhan Yesus. Ketiga apa yang Dia katakan, buatlah itu bukan hanya tahu, buatlah itu. Dan yang keempat apa yang Tuhan kerjakan selalu menghasilkan yang baik. Amin

SOLI DEO GLORIA


Spread the love