International Mission Church
July 14, 2020

Sikap Dalam Doa

Spread the love

Editorial

Berdoa adalah kegiatan yang dilakukan oleh semua orang (agama apa pun) untuk berkomunikasi dengan Tuhannya. Berdoa dalam konteks meminta, adalah memohon kepada Tuhan untuk diberikan sesuatu. Meminta atau memohon, berarti hasilnya tergantung pada “yang dimintai”. Jika ia berkenan tentu akan dikabulkan, jika tidak maka sebaliknya. Oleh karena itu sangat penting untuk mengerti karakteristik-“Nya” sebelum meminta kepada-Nya.

Ketika kita meminta kepada Tuhan, hendaknya permintaan kita sesuai dengan kehendak-Nya. Perlu diperhatikan juga bahwa kita harus bertanggung jawab dengan hal yang kita minta. Kita perlu mengerti dan memahami betul permintaan kita sebelum mengajukannya. Jangan seperti mencoba-coba. Seperti halnya mengajukan sebuah proposal formal, akan ada pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab.

Banyak orang berdoa (kepada Tuhan) meminta sesuatu dengan sungguh-sungguh, bahkan sambil berpuasa untuk menyatakan kesungguhannya. Hal ini benar, tetapi hati-hati karena bisa saja doa dan puasa kita sama seperti seorang anak yang sedang bersungut-sungut kepada ayahnya untuk meminta sesuatu. Untuk sesuatu yang sangat kita inginkan, belum tentu sama dengan yang kita butuhkan. Tuhan lebih tahu, oleh karena itu jawaban doa bisa “Ya”, “Tidak” atau “Tunggu”.

Teringat cerita raja Daud ketika diberi tahu oleh nabi Nathan bahwa putra hasil perselingkuhannya akan mati. Ia lalu berpuasa meminta Tuhan supaya putranya tidak mati. Tetapi setelah putranya meninggal, ia segera berhenti berpuasa dan kembali beraktifitas normal. Ia tahu betul bahwa permintaannya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Tuhan sudah menjawab doanya dan ia tidak terus memaksakan keinginannya kepada Tuhan.

Tema “Sikap dalam Doa” dalam edisi HOPE kali ini, mengharapkan kita semua untuk meminta dengan berhikmat.

Selamat membaca

Redaksi HOPE


Spread the love