International Mission Church
October 21, 2020

Belajar Dari Kehidupan Daniel

Spread the love

Daniel 4:1-37

Oleh : Pdt. Eliana Kusmanto, MA

Nebukadnezar adalah raja yang sangat besar, sangat berkuasa pada ada waktu itu. Dia berkuasa di Babel sampai ke Asia Kecil, banyak tempat termasuk Mesir, termasuk Israel yang dikuasai, sehingga dia menjadi raja yang dianggap sangat kuat. Tidak heran saudara, kalau sudah jadi kuat, jadi kaya punya kekuasaan besar, sombong. Tapi masih mending saudara, dia punya kekuasaan, dia kaya dia sombong. Bayangkan kita sudah tidak punya apa-apa, sombong. Kan agak-agak lucu gitu. Dan sombongnya sesamanya yang tidak punya apa-apa. Nah saudara oke, kita beralih kepada yang lain.

Kita lihat di dalam bagian ini Nebukadnezar adalah raja yang besar raja yang kuat tapi saudara dalam ayat 5, dikatakan bahwa dia gelisah. Siapa yang pernah gelisah di sini? Memang gelisah tidak mengenal siapa seseorang, semua orang bisa mengalami apa yang namanya gelisah. Mungkin gelisah karena, aduh sekarang sudah tambah lagi 1 tahun tapi kok dia belum datang juga, umpamanya. Atau saudara tiba-tiba gelisah karena mendapat berita bahwa orang tua di Indonesia sakit. Itu bisa membuat kita gelisah. Bahkan di Alkitab kalau saudara lihat ada juga yang gelisah. Ayub pernah gelisah.  Dia katakan, aku mau tidur tetapi aku gelisah sampai matahari terbit aku belum bisa juga tertidur. Karena apa? karena dia gelisah. Karena kita tahu Ayub sakit kan, gelisah.

Raja Daud juga pernah gelisah. Bahkan dia katakan hai jiwaku, mengapa apa engkau selalu gelisah di dalam diriku. Itu berulang-ulang kali saudara. Artinya kegelisahan ini bisa menyerang siapa saja. Nah dalam bagian ini Nebukadnezar gelisah karena mimpinya. Kalau kita lihat dalam pasal sebelumnya Nebukadnezar juga pernah mimpi tapi disitu lebih celaka lagi. Karena dia mimpi dan itu mengerikan bagi dia tapi dia tidak menceritakan apa mimpinya itu tapi dia katakan kepada orang-orang pintar dalam kerajaannya  termasuk didalamnya ada Daniel dan teman-temannya. Dia katakan Siapa yang tidak bisa di antara kalian yang pintar pintar ini, tidak bisa menterjemahkan, tidak bisa mengartikan mimpi saya ini maka saya akan penggal kepalanya. Wah semua mereka menjadi takut. Menjadi kacau, menjadi kuatir tetapi akhirnya Daniel berkata kepada ajudan raja pada waktu itu. Dia katakan oke, Tuhan sudah memberitahukannya kepada saya. Dan dia akhirnya yang menceritakan. Kemudian raja Nebukadnezar Katakan kepada Daniel, engkau adalah pemimpin di antara orang-orang yang pintar pada waktu itu. Mengapa? Karena dia melihat ada penyertaan Tuhan yang luar biasa kepada Daniel. Makanya dalam bagian ini dia katakan kepada Daniel engkau dikuasai oleh roh Allah yang kudus, Maha Kudus itu menyertai engkau sehingga engkaulah yang bisa tahu arti mimpi saya.

Ini sesuatu yang luar biasa. Tetapi terkadang kita hampir sama dengan Nebukadnezar. Kalau ada gelisah, tarulah kadang masalah mimpi kita memang mencari orang pintar. Tetapi orang pintar yang di kampung. Orang pintar yang di kampung itu baca-baca dulu, kasih minum air kali, dia semprot, puuuahh. Entah itu ada korona atau tidak pakai masker atau tidak. Nah saudara terkadang kita seperti itu. Tetapi kita lihat bahwa Nebukadnezar, dia panggil orang-orang yang pandai itu, tetapi tidak bisa menterjemahkan. Mengapa saudara? Karena itu hanya bisa Tuhan yang menolong. Ini jadi pelajaran bagi kita. Kalau kita gelisah jangan cari yang di kampung itu loh. Yang nggak jelas. Percaya Tuhan, ya nggak lagi. Bahkan saudara kadang-kadang di Medsos ditulis, sampai sekarang dunia sudah maju tetapi masih percaya kepada hal-hal yang begitu, masih. Siapa apa yang tidak mau percaya, karena kebanyakan kita pengen tahu masa depan kita, betul nggak. Padahal dukun yang kita pergi itu, besok saja dia tidak tahu keadaannya, apalagi untuk tahun-tahun mendatang, tidak tahu. Tetapi Kebanyakan karena kita memang pingin tahu akhirnya kita mencari orang-orang yang dianggap pintar.

Menjadi pelajaran bagi kita. Lihat Nebukadnezar, semua itu tidak dijawab. Tidak ada jawabannya, yang bisa tahu hanyalah Tuhan. Karena itu kalau ada gelisah di dalam diri kita mari saudara, datang kepada Tuhan. Cari Tuhan. Saya ingat waktu saya sekolah di salah satu sekolah Teologia, buku di perpustakaan kami hilang. Buku Teologi yaitu buku yang mahal-mahal. Siapa yang mau mencuri buku-buku Teologia coba, kalau bukan orang yang belajar Teologia. Nggak mungkin orang di kampung belajar baca buku Teologia. Untuk apa dia baca, untuk apa dia ambil. Nah sekolah kami jadi gelisah. Sekian lama terus buku Teologia hilang. Tidak tahu siapa yang ambil. Suatu hari waktu itu  mau ada ujian. Saya ikut numpang nginep di asrama sekolah Teologia pada waktu itu karena agak jauh dari rumah. Takutnya kalau pagi hujan, takutnya tidak terkejar waktu ujiannya, jadi saya ikut nginap di situ. Dan apa yang terjadi saudara? Dari satu tempat tidur ke tempat tidur yang lain, kerasukan, kerasukan.  Saya pikir ini sekolah Teologia, saya sih tidak kena. Ini kok sekolah Teologia kok pada kerasukan. Dan lebih membuat saya aneh, bukan salah satu dosen kami datang berdoa, bukan salah satu pendeta yang besar-besar yang ada di kampus itu datang berdoa, bukan saudara. Yang datang berdoa yang itu dukun dari kampung sebelah. Saudara bisa bayangkan itu. Saya pikir ini Tuhan, saya salah sekolah ini. Makanya saudara saya sungguh berdoa kepada Tuhan berikan saya sekolah yang bisa membentuk saya lebih baik lagi, supaya saya menjadi hamba-Mu seperti yang Engkau inginkan. Dan puji Tuhan akhirnya saya menemukan sekolah dimana akhirnya saya bertemu dengan suami.

Saya sungguh memuji Tuhan. Dan jadi sungguh suatu pelajaran baik kita masing-masing bahwa saudara, bukan pendeta atau jemaat saja yang gelisah untuk memikirkan apa yang ada di depan. Pendetapun bisa dan jangan pikir Pendeta tidak pergi ke dukun, terbukti ada. Bahkan saudara papa saya yang di kampung dimana kami tinggal di anggap seperti orang yang kuat. Sehingga ada pendeta yang datang berobat kepada papa saya, ada majelis gereja. Nah waktu papa saya sudah dipanggil Tuhan ada salah satu majelis gereja mendekati saya dan berkata, aduh papamu orang baik. Dia sudah menolong tante banyak sampai tante jadi sehat. Akhirnya saya pikir mau menceritakan tentang semua ini. Paling tidak supaya tante ini juga bertobat dan percaya kepada Tuhan. Saya bilang gini kepada tante itu, puji tuhan tante sudah sembuh. Tapi tahu ndak tante, tante minum apa yang diberikan papa saya? Oh nggak tahu tuh. Saya katakan kepada tante itu, tante yang tante minum itu, Papa saya akan polisi, dan pada waktu itu papa saya karena masih zaman gerombolan jadi ada kalau saudara baca sejarah sejarah di Sulawesi ada gerombolan yang sangat kuat yang namanya Kahar Muzakkar. Itu di Makassar nanti sejarahnya dibaca lagi ya. Nah saudara waktu itu banyak sekali penjahat-penjahat yang akhirnya dibunuh.Saudara tahu otaknya Itu diambil, ditaruh di dalam botol Tempat minuman keras. Nah ini tante dia minum dan dia tidak tahu sumbernya dari mana. Akhirnya saya menceritakannya kepada tante ini. Tante tahu Ini minuman apa?Itu otak. sayapun menceritakan kepadanya kembali dari mana otak itu berasal. tante itu pun langsung kayak mau muntah. Saya bilang tante mau muntah pun nggak ada gunanya. Sekarang yang paling penting adalah tante bertobat dan minta ampun kepada Tuhan karena Tuhan tidak berkenan akan hal itu.

Banyak orang gelisah ingin tahu keadaan masa depan, bahkan ingin mengerti karena ada sesuatu yang membuatnya tidak mengerti. Karena di dalam gelisah itu ada kuatir, di dalam gelisah itu ada tidak tenang, tidak bisa tidur. Di dalam gelisah itu ada sesuatu yang membuat rasanya cemas itu sudah campur jadi satu di dalam yang namanya gelisah. Dan karena itu manusia sama seperti nebukadnezar yang mencari orang-orang pintar. Tetapi ternyata tidak bisa memberikan jawaban. Yang bisa memberikan jawaban hanyalah Daniel. Mengapa Daniel? Karena Daniel ditolong oleh Tuhan, Tuhan yang memberikan, mencerahkan  kepadanya kepandaian, memberikan kepadanya hikmat Yang akhirnya bisa menterjemahkan mimpi itu.

Mari sama-sama kita belajar, apapun kegelisahan di dalam diri kita. Entah masa depan anak, entah keadaan cucu, entah kesehatan orang tua bahkan kesehatan diri kita sendiri. Bahkan mungkin kita merasa, oh Tuhan saya masih mau bekerja tapi kok tubuh saya makin hari makin tidak kuat. Mungkin itu pun sudah menggelisahkan kita. Saudara, datang kepada Tuhan, jangan cari kekuatan dari manusia. Karena firman Tuhan jelas katakan, Terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatan manusia.

Mari saudara kita datang kepada Tuhan. Karena hanya Tuhan yang mampu menolong setiap kita. Daniel bisa menterjemahkan akan arti mimpi Raja Nebukadnezar itu yang menggelisahkan dia. Karena Tuhan yang membukakan itu bagi Daniel. Dan saudara memang, mimpi itu menjadi kenyataan di dalam diri raja Nebukadnezar. Dikatakan raja Nebukadnezar yang berkuasa itu, yang dalam mimpinya dia melihat pohon yang tinggi tetapi pohon itu ditebang. Dan saudara akhirnya menjadi kenyataan dikatakan singkat cerita nebukadnezar menjadi seperti binatang. Itu bukan 1, 2 hari saudara. Kalau saudara perhatikan baik itu dikatakan 7 masa berlalu, artinya 7 tahun. 7 tahun Nebukadnezar mengalami hal itu. Sehingga dikatakan dia yang tadinya raja, manusia menjadi seperti binatang. Karena kukunya menjadi seperti kuku burung. Kenapa saudara? Hanya satu, karena dia sombong.

Mari saudara, 2 hal ini kita belajar. Kalau ada kegelisahan mari kita datang kepada Tuhan dan jangan biarkan sekalipun kita punya kelebihan  kita rasanya punya uang, rasanya mungkin kita punya bentuk badan yang cantik, yang bagus, jangan jadi sombong. Nebukadnezar saja yang tinggi, punya kekuasaanya bisa jadi rendah menjadi sama seperti binatang apalagi kita. Jagalah hati kita. Firman Tuhan katakan, Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah akan terpancar kehidupan. Mari kita lakukan itu. Jaga hati kita baik-baik. Supaya kita jangan menjadi sombong. Jangan menjadi tinggi hati. Kalau Nebukadnezar dia sombong karena dia kaya, punya kedudukan. Kita sama-sama kekerja di rumah tangga mau sombong, apa yang mau disombongkan. Mari kita terus bina persaudaraan di antara kita supaya nama Tuhan terus dipuji dan dimuliakan. Masing-masing kita dipakai seperti Daniel. Kalau ada orang di sekitar kita yang rasanya tidak tenang, gelisah kitalah yang dipakai Tuhan untuk menolong orang tersebut. Saya kemarin diajak seorang teman makan. Dan pada waktu makan saya senang sekali melihat karena di depan kami duduk satu keluarga (ada bos perempuan,bos laki-laki, 2 orang anak dan ada mbaknya. Saudara tahu siapa yang berdoa untuk makan?  Si mbak yang berdoa. Dan saya, Tuhan luar biasa. Kalau kita masing-masing anak-anak Tuhan dipakai menjadi seperti itu, saya yakin Hongkong ini penuh dengan kemuliaan Tuhan. Karena kita mempermuliakan Tuhan dalam pekerjaan kita. Jangan saudara menjadi rendah diri karena pekerjaan saudara. Lihatlah mbak itu bisa dipakai Tuhan. Kalau kita dipakai Tuhan, wow luar biasa. Nama Tuhan dipuji dan dimuliakan. Kita bisa lebih daripada itu untuk dipakai menjadi seperti Daniel. Untuk menolong orang, karena banyak orang di sekitaran kita yang sebenarnya gelisah. Tidak tahu masa depannya. Jangankan untuk tahun depan untuk hari esok saja tidak mengerti. Saudara, biarlah Tuhan memakai masing-masing kita seperti Daniel di zaman now. Tuhan memberkati. Amin

SOLI DEO GLORIA


Spread the love