International Mission Church
September 23, 2020

Doa Dan Kehendak Allah

Spread the love

Editorial

Tingkat kedalaman pembicaraan kita dengan seseorang akan sangat tergantung dengan kedekatan kita dengan orang tersebut. Semakin dekat, semakin dalam hal yang bisa dibicarakan. Demikian sebaliknya, kita akan berbicara hal-hal yang umum saja dengan orang yang tidak terlalu dekat.

Semakin dalam hubungan kita, semakin banyak pula hal-hal yang dapat dibicarakan. Demikian juga akan pengenalan kita dengan orang tersebut. Semakin dekat kita, semakin dalam pula kita memahami seseorang.

Jadi ketika ada hal yang dibicarakan, konteksnya akan berada pada dua sisi yang saling memahami. Beda dengan komunikasi umum, yang mungkin akan sering salah paham karena beda konteks.

Orang yang dekat akan sering berkomunikasi, supaya semua jelas. Meskipun pengenalan itu sudah ada, mereka akan menghindari berasumsi karena diperlukan konfirmasi sebagai penghargaan. Hal ini makin mengurangi celah kesalahpahaman pengertian.

Demikian halnya hubungan kita dengan Tuhan. Kita perlu komunikasi yang dalam untuk memahami Tuhan. Untuk itu kita perlu komunikasi yang benar. Berdoa adalah salah satu jalan komunikasi dengan Allah. Kita berkata dan sekalian kita mendengar. Kita terkadang kita merasa sudah mengenal Allah, pada hal salah paham. Hati-hati.

Oleh karena itu makin banyak bergumul dengan-Nya akan makin mengenal-Nya. Zaman sekarang, adalah karunia khusus untuk Allah berbicara secara langsung dengan manusia. Tetapi mungkin kita tidak perlu mencari atau mengejar karunia khusus itu, Alkitab sudah cukup membantu untuk memahami-Nya. Masalahnya, apakah kita membacanya dengan rutin, seksama, dan penuh keriduan untuk memahami Allah.

Tema “Doa dan Kehendak Allah” dalam edisi HOPE kali ini, mengharapkan kita semua untuk makin memahami Allah sehingga kita bisa berdoa sesuai dengan konteks Allah.

Selamat membaca

Redaksi HOPE


Spread the love