International Mission Church
March 4, 2021

Belajar Dari Kehidupan Paulus

Spread the love

Kisah Para Rasul 27:22-25

Oleh : Pdt. Eliana Makahaube, MA

Kita sama-sama sudah ketahui bahwa Paulus latang belakannya adalah orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Karena itu dia menganiaya dan membunuh semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Di antaranya Stefanus. Dengan kata lain latar belakang kehidupan Paulus sangatlah jahat, sangat ditakuti oleh orang-orang percaya pada waktu itu. Tetapi rupanya Tuhan punya cara tersendiri, bagaimana Dia mencapai dan mengubah seseorang yang begitu jahat menjadi percaya kepada-Nya. Yang begitu menentang nama Tuhan Yesus tetapi menjadi pelayannya yang luar biasa bagi nama Tuhan. Tuhan punya banyak cara untuk mencapai seseorang. Kita sama-sama melihat dalam bagian ini, tetapi sedikit saya juga mau menceritakan latar belakang dari bagian yang kita baca. Dalam pelayanan Paulus Tuhan memakai dia luar biasa. Banyak pelayanan misi yang dia lakukan dan banyak jemaat Tuhan yang akhirnya di bangun. Tetapi pelayanan Paulus bukan pelayanan yang mudah, banyak tantangan yang dihadapi di antaranya dalam bagian ini yang kita baca. Paulus sangat ditentang oleh banyak pihak karena dianggap melawan atau tidak sesuai ajarannya tidak sesuai dengan agama Yahudi pada waktu itu. Diantaranya kalau bagian ini pun Paulus sebenarnya sedang dalam penjara. Karena apa dia dipenjara? Karena dianggap pengajarannya bertentangan dengan hukum Taurat. Dia mengajarkan soal kebangkitan, tetapi orang Saduki tidak percaya kepada kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Karena itu Paulus di tangkap, di masukkan dalam penjara tetapi juga mau dibunuh. Di penjara dia di aniaya. Dan pada waktu itu dia merasa ini tidak adil sehingga dia naik banding kepada kaisar dan pada waktu itu Kaisar ada di Roma karena itu Paulus tangkap dan dipenjarakan dan di bawah dalam pengawasan para prajurit dan juga para tawanan yang lain untuk berlayar menuju Roma.

Dalam perjalanan itu apakah mudah? Rupanya tidak mudah. Mengapa, karena mereka mengalami angin yang kencang (mulai ayat 14,16,17, 18, dan 19. Artinya mereka jadi putus harapan. Kalau kita bacaan selanjutnya dalam ayatnya yang ke-33, Ketika hari menjelang siang, Paulus.mengajak semua orang untuk makan, katanya sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa. Mereka ada dalam situasi yang putus harapan, tapi terus dihantam gelombang, hujan lebat yang sangat besar itu membuat mereka putus harapan sehingga mereka tidak dapat makan. Karena putus harapan mereka. Dikatakan mereka semua berjumlah 276 orang di atas kapal itu. Jadi Paulus dengan beberapa tawanan yang lain dan juga para prajurit yang mengawal Paulus dan semua penumpang. Artinya mereka tidak jumlah yang sedikit dan mereka semua menjadi putus harapan mereka karena cuaca yang buruk dan tidak terlihat harapan untuk mereka hidup lagi. Paulus berada dalam situasi yang sama dengan mereka. Dia ada di dalam kapal itu. Apa yang menjadi kekuatan Paulus sehingga di tengah situasi itu Paulus bukan hanya bisa berharap kepada Tuhan, bukan hanya bisa melihat akan menjadi pertolongan Tuhan. Tetapi bagaimana di tengah situasi yang sulit itu yang bagi semua orang saat itu putus harapan tetapi Paulus bisa memberikan harapan kepada mereka. Inilah hal yang akan kita renungkan bersama di dalam ayat  22-25.

Tidak mudah, tetapi sangat luar biasa anugerah Tuhan. Kalau kita membaca di dalam ayat 22 Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasehatkan kamu, supaya kamu tetap bertambah hati, sebab Tidak seorangpun diantara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini. Ini perkataan Paulus. Situasi yang yang tidak mudah, putus harapan tetapi Paulus kehadirannya sebagai anak Tuhan, sebagai hamba Tuhan yang bisa memberikan penghiburan, memberikan kekuatan, memberikan kata-kata yang menguatkan. Sesuatu yang sangat luar biasa. Tentu kata-kata ini bukan hanya bisa menguatkan, tetapi seperti satu cahaya yang muncul di tengah kegelapan. Terlihat begitu kecil tetapi bagi orang yang putus harapan itu tanda kehidupan yang sangat luar biasa.

Situasi dunia saat ini, tidak sedikit orang yang putus harapan. Tidak bisa melihat apakah ada jalan keluar dari masalah pandemic ini. Ini satu tantangan bagi kita semua sebagai anak Tuhan, sebagai hamba Tuhan, sebagai orang yang mengasihi Tuhan. Bagaimana kehadiran kita. Apakah kita ikut arus putus harapan atau kita bisa memberikan pengharapan untuk orang lain bisa berharap. Kita belajar dari Paulus, kehadirannya justru membawa penghiburan, membawa kekuatan, memberikan semangat dan harapan di tengah keputusasaan.

Ayat 23, Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah, sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku. Inilah yang membuat Paulus bisa kuat dan Paulus bisa memberikan harapan dan Paulus bisa menghibur orang lain untuk menguatkan semua orang di sekitarnya 276 penumpang untuk tetap melihat pengharapan kepada Tuhan.

Kita suka berkata Imanuel, Tuhan beserta dengan kita. Di saat semuanya ada, di saat semua ada, di saat semua di sekitar kita menyenangkan, gampang kita berkata Imanuel. Tetapi bagaimana disaat putus harapan, serasa pergumulan silih berganti. Tidak ada jalan keluar. Apakah kita masih sanggup berkata dan menghibur orang lain bahwa Imanuel, Tuhan beserta kita? Paulus menguatkan, memberikan contoh yang luar biasa bahwa dia sungguh melihat karena Tuhan. Paulus yang berlatarbelakang tidak percaya kepada Tuhan, orang yang jahat tetapi luar biasa karena Tuhan baginya. Mengapa, karena dia sungguh-sungguh menyembah Tuhan, hidup takut akan Tuhan, memberi hidupnya kepada Tuhan untuk melayani Tuhan makanya luar biasa anugerah Tuhan baginya. Sehingga di tengah situasi yang sulit, orang putus harapan, dia bisa memberikan harapan karena dia tahu yang dia sembah,dia layani ada beserta di dalam hidupnya itulah Allah Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa. Bukan hanya menyertai dia tetapi menyertai semua orang.

Mari kita belajar dari Paulus. Luar biasa Tuhan memakainya dan Tuhan juga sanggup memakai semua kita. Dalam ayat ke-25 Paulus menghibur, menguatkan mereka untuk sungguh percaya kepada Tuhan. Karena Allah yang dia sembah sembah pasti akan menolong. Di ayat 44 dengan kata lain, mereka selamat seperti janji Tuhan. Mereka mendengarkan dengan baik perkataan Paulus walaupun Paulus bukan seorang seorang Perwira, bukan seorang pelaut tetapi rupanya mereka jauh lebih mendengar akan kuasa Tuhan. Mereka semua selamat. Apakah persoalan sampai disitu saja. Tidak, akhirnya mereka terdampar di satu pulau dan barulah mereka ketahui bahwa pulau itu adalah Malta. Walaupun Paulus di gigit ulat tetapi Paulus tetap memperlihatkan bahwa kuasa Allah itu jauh lebih besar dari akal dan pikiran kita.

Di tengah situasi apapun saat ini, saya tidak tahu apa persoalan saudara, apa yang membuat saudara rasanya putus harapan. Rasanya tidak ada jalan ke keluar dari masalah yang sedang saudara hadapi, saudara saya mau katakan kepada saudara. Seperti Paulus melihat kuasa Tuhan dan bersandar kepada-Nya kuasa Tuhan lebih besar dari semua masalah, persoalan kita, mari kita berharap kepada Tuhan. Jangan putus harapan kita, apalagi sampai mencelakakan diri kita. Jangan sampai iman kita lemah, karena kuasa Tuhan, Tuhan itu sendiri, Allah Imanuel, Dia sanggup menolong kita mengalami situasi yang sulit. Biarlah Tuhan memberkati setiap kita. Tuhan menolong kita. Di tengah situasi sulit ini kita tetap mengalami anugerah Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.


Spread the love