International Mission Church
March 4, 2021

Berdoa Untuk Terus Bercahaya

Spread the love

Kisah Para Rasul 2:41-47

Oleh : Pdt. Dr. Johan Kusmanto

Kalau kita bicara tentang doa mungkin kita langsung berpikir apalagi yang perlu kita belajar. Berbagai pengalaman hidup menunjukkan bahwa banyak orang tahu arti dan definisi doa. Kita pun sudah tahu semua bahwa doa itu penting. Kita pun sudah tahu bagaimana caranya berdoa. Kita sudah menghafal tentang doa Bapa kami. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah sejauh mana kita bukan hanya memahami pentingnya doa tapi sampai kepada satu tahap dimana kita sediakan waktu berdoa secara tetap karena kita tahu bahwa doa itu penting. Jadi bukan hanya mengerti itu penting tetapi tindakan apa yang kita lakukan. Biasanya kita berdoa kalau kita membutuhkan doa. Biasanya kita ambil waktu berdoa itu sangat singkat. Tuhan tolong aku dengan begini-begini dan selanjutnya. Saya harapkan kita belajar firman Tuhan hari ini, mengapa kita perlu berdoa dan bagaimana melakukannya.

Kita akan belajar dari ayat 41-47 yang memiliki pengertian yang mirip, ada 3 kata. Yang pertama itulah dalam ayat ke-42 dan 46, kata bertekun. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Ayat 46, Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam bait AllahKata yang kedua, selalu. Ayat 42, selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Ayat 45, Dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya lalu membagi-bagikannyaKata yang ketiga adalah tetap. Semua orang telah menjadi percaya tetap bersatu dan selanjutnya. Banyak orang percaya mengalami kesulitan dengan ketiga kata ini. Apalagi dalam kaitanya dengan melakukan sesuatu, kita merasa bosan. Berdoanya, ibadahnya begitu-gitu saja. Tapi anehnya kalau kita bicara soal menerima berkat walaupun selalu ada kata tetap, selalu ada kata selalu, tetapi kita tidak pernah bosan. Kalau bisa tanpa melakukan sesuatu, tetap dan selalu menerima berkat Tuhan. Itulah konsep dan kebiasaan yang muncul dalam kehidupan kita.

Kita akan belajar dari ketiga kata ini khususnya dalam kaitannya dengan doa. Yang pertama yang ingin kita belajar adalah berdoa adalah salah satu kunci keberhasilan. Ayat 42b, Kita melihat ada beberapa kegiatan yang dilakukan. Dari kata bertekun, selalu dan tetap. Mereka bersekutu, berkumpul, memecahkan roti, menjual harta membagikannya dan juga berdoa. Semua dilakukan secara bersama-sama. Semua kegiatan ini mempunyai dua dampak.  Akhirnya ayat 47, Mereka disukai semua orang dan tiap hari Tuhan menambahkan jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Sekali lagi, dari 3 kata ini menghasilkan ada beberapa kegiatan yang mereka lakukan secara bersama-sama. Mereka melakukan semuanya itu secara bersama, tidak memisahkan bersekutu lebih penting daripada memecahkan roti atau berbagi lebih penting daripada berdoa. Artinya, bahwa segala sesuatu dan dalam banyak hal menjadi berhasil, menjadi sukses itu tidak ditentukan oleh satu hal, ditentukan oleh beberapa hal yang dilakukan bersama-sama. Demikian juga Alkitab mencatat doa merupakan salah satu kunci keberhasilan, kunci untuk kita menjadi sukses.

Kita tidak cukup beribadah dengan rajin tapi kurang berdoa. Kita tidak cukup baca Firman dengan rajin tapi kurang berdoa atau sebaliknya berdoa rajin tapi tidak baca firman Tuhan. Semua itu menentukan keberhasilan kita. Dan doa merupakan salah satu kunci. Hasil tidak akan terasa kalau hanya melakukan yang satu yang mungkin kita senangi kemudian yang lain kita kurang senangi kemudian kita dianggap kurang penting dan kita tidak melakukannya. Semua penting dan menjadi kunci perkembangan jemaat pada waktu itu termasuk doa. Bayangkan kalau waktu itu misalnya cuma berdoa dan mereka tidak tekun dalam pengajaran rasul, tidak ada orang yang membagikan sesuatu, menjual harta kemudian membagi-bagikan, maka apa yang dikatakan oleh ayat 47 bahwa mereka disukai semua orang dan Tuhan menambah jumlah mereka itu tidak akan terjadi, cuma karena berdoa. Atau mereka cuma bagi-bagi bisa jadi orang senang tapi Tuhan tidak menambahkan jumlah mereka karena kuasa doa pun penting. Kuasa doa luar biasa. Jadi kita tidak bisa remehkan bahwa doa itu kalau mau makan, berdoa kalau mau tidur. Kalau kita hanya seperti itu kita kehilangan banyak hal. 

Kita melihat perkembangan gereja mula-mula, bagaimana itu terjadi. Itu dimulai bagaimana rasul-rasul itu sesuai dengan perintah Tuhan Yesus mereka di Yerusalem menantikan Roh Kudus sambil bertekun di dalam doa ketika. Jumlah orang percaya ditambahkan mereka tidak berhenti untuk berdoa, mereka tetap berdoa. Bahkan ketika menghadapi tantangan dan penganiayaan apa yang mereka lakukan berdoa. Karena berdoa adalah kunci, salah satu kunci dari keberhasilan, sehingga dengan kata lain kalau kita mengesampingkan kuasa doa hanya asal-asalan, hanya kalau perlu berdoa maka saudara dan saya seringkali kehilangan banyak kesempatan untuk mengalami hal-hal yang luar biasa dari kuasa doa yang seharusnya kita alami. Doa merupakan salah satu kunci keberhasilan. 

Yang kedua adalah orang-orang yang datang pada waktu itu bukan sekedar jadi pokok doa tapi jadi pendoa. Berarti bahwa mereka yang datang itu bukan cuma sekedar didoakan tapi ingin menjadi pendoa bagi mereka yang membutuhkan doa-doa kita, doa-doa yang lain. Mungkin orang-orang disebut orang-orang sakit dan sebagainya tidak hadir karena mereka tidak bisa hadir, tapi yang menjadi hal yang penting adalah orang-orang yang datang adalah orang-orang yang bukan hanya minta doa tapi lebih banyak yang ingin mendoakan. Sayang sekali bahwa ketika kita berdoa kita itu lebih sering menempatkan diri seperti pasien yang sedang sakit. Kalau membutuhkan doa baru datang kalau tidak ada masa tidak datang. Sayang sekali kalau kita punya pikiran seperti ini. Memang tidak salah kita minta didoakan tapi ingat ada banyak orang di sekitar kita yang lebih mengalami pergumulan lebih daripada kita yang ingin membutuhkan doa saudara dan saya. Karena itu kita perlu berubah pikiran kita bukan hanya ingin didoakan tapi harus menjadi pendoa-pendoa. Jangan hanya muncul ketika ingin didoakan ada masalah tapi sudah saatnya tempatkan diri menjadi pendoa-pendoa yang kapanpun siap mendoakan.

Di media sosial kita seringkali melihat ada pokok-pokok doa dan kemudian kita balas, kami doakan. Pertanyaannya, sungguh-sungguh doakan atau tidak, atau hanya tulisan.  Dalam situasi pandemi ini ada banyak orang yang membutuhkan doa. Bukan hanya diri kita, bukan hanya keluarga kita. Mereka yang bergumul karena kehilangan pekerjaan. Kita tidak ada masalah, mungkin karena kita sedang bekerja, kita tetap menerima penghasilan setiap bulan tapi ingatlah ada begitu banyak orang yang kehilangan pekerjaan mereka berjuang untuk biaya hidup tiap-tiap bulan, mereka membutuhkan doa saudara. Mereka yang terkena Covid, keluarganya begitu kuatir, sampai alami kedukaan. Mereka membutuhkan doa saudara. Jangan cuma berkata puji Tuhan saya sehat tapi ingat orang yang sedang terkena Covid, orang sedang mengalami kedukaan, mereka membutuhkan doa saudara. Karena itu mari, bukan hanya sekedar jadi pokok doa tapi jadilah pendoa-pendoa.  

Yang ketiga, kita akan belajar bahwa seringkali kita mengalami kesulitan untuk berdoa. Karena itu berdoa membutuhkan tindakan. Tindakan itu disiplin. Ayat 42b, Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Perhatikan, mereka selalu mereka. Kita sering berdoa agar Tuhan berikan kerinduan kepadaku untuk berdoa, beribadah, baca Alkitab. Tidak salah doa itu. Tapi kalau kita berdoa kemudian kita sendiri tidak mau ambil tindakan maka bicara saja. Berdoa itu membutuhkan tindakan. Tindakannya adalah disiplin untuk berdoa. Allah memang menggerakkan, mengingatkan tapi keputusan untuk melakukannya adalah saudara dan saya. Kalau Allah mengingatkan, kamu sudah waktunya berdoa lalu kita berkata bahwa hari ini saya sibuk, saya malas dan sebagainya, maka doa itu tidak terjadi. Kerinduan untuk berdoa tidak sekedar terjadi karena berharap tapi mulailah dengan melakukannya. Jangan salahkan lingkungan, orang lain apalagi Tuhan. Jangan berkata ibadahnya kurang menarik.  Saudara sedang dalam bahaya, saudara sudah mulai bosan untuk beribadah, bukan. Itu karena saudara sudah mulai kehilangan kerinduan untuk berdoa. Efesus 3:20, Bagi Dialah yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita. Jadi kalau kita tidak mulai bertindak, mulai disiplin dalam kehidupan doa maka kita banyak kehilangan hal-hal berharga yang seharusnya terjadi termasuk menjadi berkat bagi orang lain.

Yakobus 4:2B, Kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu tidak berdoa. Lalu kita katakan, Tuhan saya kan sudah berdoa, saya minta ini. Tindakan doa kita seringkali hanya formalitas bukan sungguh-sungguh menyediakan waktu serius berdoa. Bahkan kita telah kehilangan banyak kesempatan. Mari kita mulai bukan sekedar bisa doa makan, bukan sekedar rutin doa waktu tidur, tapi ambil waktu bergumul di hadapan Tuhan untuk berdoa bagi pergumulan pribadi setiap orang agar tidak salah ambil keputusan kita juga berdoa bagi pergumulan pribadi setiap orang agar tidak salah mengambil keputusan. Kita juga berdoa bagi orang-orang sedang membutuhkan. Di sekitar kita ada banyak teman-teman kita yang membutuhkan doa-doa kita yang mungkin kita tahu keadaan mereka yang sedang bergumulan. Mereka membutuhkan saudara sebagaimana ketika saudara juga sedang dalam kesulitan membutuhkan mereka. 

Karena itu mari kita belajar dengan sungguh-sungguh. Ada tiga hal penting yang kita belajar tentang doa. Yang pertama, doa adalah salah satu kunci keberhasilan. Betapa pentingnya doa. Yang kedua, pentingnya perubahan sikap dalam hidup kita. Bukan sekedar jadi pokok doa tapi sudah saatnya menjadi pendoa-pendoa bagi orang lain. Yang ketiga, berdoa membutuhkan tindakan, tindakan disiplin. Biarlah Tuhan memberkati saudara dan saya, untuk alami kuasa doa dalam kehidupan kita kedepannya.  


Spread the love