June 26, 2022

Komunikasi Asertif Dalam Keluarga

Oleh : Ev. Vistamika Wangka

“Ya, terserah. Saya ngikut aja apa kata mama” (kalimat ini diucapkan anak, dengan ekspresi wajah datar. Lain di bibir lain di hati).
 
“Kok tuan banting pintu, apakah karena saya lupa ngunci pintu bagian dalam tadi malam?” (Padahal tuan lagi emosional karena masalah di kantor).
 
Apa yang disampaikan tidak seperti yang dirasakan. Masalah dikomunikasikan dengan melampiaskan emosi. Hal-hal seperti ini bukanlah komunikasi yang baik. Ini komunikasi yang ambigu. Dan komunikasi seperti ini tidak efektif serta berpeluang menghasilkan asumsi yang tidak sehat dalam relasi kita dengan orang lain, termasuk dalam keluarga.
 
Umumnya, kita berpikir keluarga sejatinya menjadi tempat paling aman dimana setiap orang bebas mengkomunikasikan perasaan, harapan, ide, keinginan, ketidaksetujuan, dan lain-lain tanpa ragu dan takut. Akan tetapi nyatanya tidak demikian. Ada keluarga yang tertutup, orang tua berjarak dengan anak, dan orang tua otoriter. Atau ada keluarga dengan anak-anak yang sulit diatur, cenderung memberontak, dan lain- lain. Keluarga tidaklah sempurna. Rapuh.
Walaupun demikian, dalam ketidaksempurnaan dan kerapuhan ini, keluarga tetaplah tempat paling pertama dimana kita belajar bertumbuh menjadi individu,termasuk belajar mengkomunikasikan perasaan, pemikiran, dan harapan kita. Keluarga ibarat pohon yang memiliki banyak ranting, setiap ranting bisa saja bertumbuh dan berkembang ke arah yang berbeda, tetapi tetap saja bersumber pada akar yang sama. … Selengkapnya

Posted in Artikel Keluarga

< June 2022 >
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30